"(Sengketa tanah) ini tolong menjadi catatan karena ini juga menjadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di sini," ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (20/1).
Menurut Jokowi, penyelesaian tanah sengketa harus dilakukan dengan menyelaraskan hukum adat dengan hukum positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga memita Kementerian PUPR untuk menambah persediaan air baku untuk mendukung industri perhotelan di kawasan Labuan Bajo.
Setelah seluruh infrastruktur siap, Jokowi menitahkan Kementerian Pariwisata untuk melakukan promosi besar-besaran, termasuk digelarnya event internasional seperti G20 dan ASEAN Summit pada 2023.
[Gambas:Video CNN]
Di saat yang sama, pemerintah juga akan menyokong sisi keamanan wisatawan dengan menyiapkan Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebagai informasi, Labuan Bajo merupakan satu dari lima destinasi pariwisata supe prioritas yang akan dikembangkan pemerintah. Selain Labuan Bajo, destinasi wisata lain yaitu Borobudur, Mandalika, Danau Toba dan Likupang.