Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2021 diprediksi berada di posisi 3,4 persen.
Mengutip AFP, Kepala IMF Kristalina Georgieva menjelaskan revisi target pertumbuhan ekonomi global dipicu perlambatan tajam pertumbuhan ekonomi India. IMF menyebut kondisi itu menjadi penyumbang terbesar penurunan target pertumbuhan ekonomi dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyeksi ekonomi (India) sudah diturunkan pada Oktober karena besarnya penurunan permintaan domestik di tengah meningkatnya tekanan di sektor keuangan," tulis IMF.
Di sisi lain, IMF menyatakan meredanya tensi perang dagang AS-China, telah mengurangi ketidakpastian ekonomi dunia. Namun demikian, IMF menilai perselisihan dua negara itu belum sepenuhnya reda.
Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani kesepakatan dagang fase pertama dengan China pada pekan lalu. Gencatan perdagangan itu, mendorong prediksi pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu menjadi 6 persen pada 2020. Tetapi, ekonomi China diramal sedikit melambat pada 2021 menjadi 5,8 persen.
Sementara itu, IMF memangkas pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2 persen pada tahun ini dan 1,7 persen pada tahun depan.
Dalam analisisnya, IMF menyebut konflik dagang AS-China berpotensi mengurangi 0,8 poin pertumbuhan ekonomi global. Potensi itu muncul bukan karena kenaikan tarif yang berlaku, namun dipicu ketidakpastian perdagangan akibat konflik sehingga perusahaan mengerem investasi.
[Gambas:Video CNN] (cnn indonesia/age)