Triawan Munaf Diminta Jadi Komut Garuda Sejak Tahun Lalu

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 19:15 WIB
Triawan Munaf mengaku sudah diminta Menteri BUMN Erick Thohir mengisi kursi komut Garuda sejak akhir tahun lalu. Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf mengaku sudah diminta Menteri BUMN Erick Thohir mengisi kursi komut sejak akhir tahun lalu. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Triawan Munaf mengaku sudah diminta Menteri BUMN Erick Thohir mengisi kursi komut sejak akhir tahun lalu.

"Sudah sejak akhir tahun lalu saya diminta," ujar Triawan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).

Dia menambahkan, saat itu Erick telah memberikan beberapa pesan untuk menjaga perusahaan pelat merah tersebut.


"Garuda itu sebuah kebanggaan yang harus kami tingkatkan terus di flight carier. Dibanding perusahaan lainnya, (Garuda) ini banyak menjadi sorotan, banyak menjadi harapan. Kalau buruknya dikit tapi dilihatnya pasti pakai spotlight, kalau baiknya pasti dianggap sebagai keharusan. Jadi memang kami harus jalankan tugas dengan ikhlas," paparnya.

Triawan pun menanggapi citra Garuda yang menurun akibat skandal penyelundupan motor Harley Davidson. Dia mengaku akan melakukan perbaikan citra melalui kinerja Garuda pada masa mendatang.

"Citra itu kan image, itu dari pekerjaan kami sehari hari. Kalau kami memenuhi dasar pekerjaan dengan baik, sesuai harapan malah melebihi harapan, tentu citranya akan bisa kembali. Dengan memperbaiki citra, kami juga perbaiki kinerja," katanya.

Dia pun mengaku langkah pertama yang akan dilakukannya sebagai komisaris utama adalah 'mengerek' moral Garuda secara keseluruhan.

"Transparansi itu nomor satu, good governance, tentang akhlak, tingkatkan moral, itu paling penting," imbuhnya.

Kendati demikian, ia tak bisa menjelaskan secara detail mengenai strategi maskapai pelat merah itu ke depan. Pasalnya, ia mengaku belum menemui jajaran direksi ataupun dewan komisaris baru Garuda yang ditunjuk pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (22/1).

Ia pun menjelaskan akan mengatur rencana pertemuan dengan jajaran direksi dan dewan komisaris baru untuk membahas langkah garuda selanjutnya secara detail.

"Ya sekarang kan ini baru (ditunjuk) ya. Saya sendiri juga belum ketemu dengan rekan komisaris dan direksi. Kami akan segera mengatur pertemuan untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya fokus apa saja yang akan dilaksanakan. Jadi belum ada (strategi) yang bisa saya sampaikan detail," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/age)