Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret turun 61 sen menjadi US$64,59 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari melemah 20 sen ke level 58,34 per barel.
Diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2020 dan 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2020 diturunkan 0,1 poin menjadi 3,3 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi 2021 diturunkan 0,2 poin menjadi 3,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengenal Sosok Komut PGN Arcandra Tahar |
"Pelaku pasar tidak tampak terlalu khawatir tentang penutupan produksi minyak Libya," tulis Analis Energi dari Commerzbank Research.
Untuk diketahui, Libya memutuskan menutup dua ladang minyak utama di Libya Barat Daya, yakni Sharara dan El Feel pada Minggu (19/1). Bahkan, National Oil Corporation (NOC) telah menyatakan kondisi force majeure (keadaan kahar).
Penutupan dua ladang minyak merupakan imbas dari kekacauan yang terjadi di Libya. Pasukan tentara yang berbasis di timur Libya menutup satu saluran pipa minyak mentah di pelabuhan.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)