Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,08 persen, lira Turki 0,06 persen, serta baht Thailand menguat 0,05 persen.
Di sisi lain, pelemahan terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,14 persen, dan yen Jepang yang menguat 0,05 persen. Sementara hanya dolar Singapura yang berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Minim 'Vitamin', IHSG Diramal Melemah |
"Mewabahnya virus ini bisa mengganggu perekonomian yang mendorong pasar keluar dari aset berisiko. Ini bisa menekan rupiah terhadap dollar AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).
Di sisi lain, kabar The Fed yang telah menyuntikan dana US$500 miliar ke pasar via repo untuk menstabilkan likuiditas menjadi sentimen positif. Sentimen tersebut turut meredam pelemahan rupiah sehingga mata uang garuda tidak turun terlalu dalam.
"Suntikan Fed ini menjaga tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS di cek rendah. Sekarang di kisaran 1,78 persen," tuturnya
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.640 hingga Rp13.700 per dolar AS pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
(ara/agt)