Alvin menyampaikan hal itu pada kesempatan berbeda usai pengumuman direksi dan komisaris baru hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia, Rabu (22/1).
"Data yang dimiliki Ombudsman, utang Garuda jatuh tempo Mei 2020 sebesar US$500 juta. Itu tidak mungkin dibayar dengan modal atau hasil bisnis, pasti dibayar dengan utang lagi. Harus cari utang yang lebih murah dari utang lama," ujarnya mengingatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PR lain, Alvin menambahkan persoalan strategi pemasaran Garuda, pelayanan yang baik, upaya memperbaiki penghasilan rute-rute internasional dan memperkuat jaringan rute internasional, termasuk kerja sama dengan maskapai lainnya dalam skyteam.
Sekadar informasi, RUPLSB Garuda Indonesia memutuskan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama menggantikan Ari Askhara. Irfan akan didampingi oleh Dony Oskaria, seorang profesional yang menjabat sebagai dirut di berbagai anak usaha CT Corp. Dony menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda sejak akhir 2014.
Kemudian, M Rizal Pahlevi menjabat sebagai Direktur Niaga dan Kargo. Fuad Rizal, yang sempat menduduki kursi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Garuda kembali ke kursi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara, Direktur Human Capital dijabat oleh Aryaperwira Adileksana.
Sementara, di kursi komisaris, Triawan Munaf menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia akan didampingi oleh Chairal Tanjung selaku Wakil Komut.
Kursi komisaris lainnya, yakni Komisaris Independen Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen Yenny Wahid dan Komisaris Peter F Gontha.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)