Bos OJK Respons Pembubaran oleh DPR: Kami Profesional

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 14:52 WIB
OJK mengklaim selama ini sudah bekerja profesional dalam mengawasi lembaga jasa keuangan. OJK mengklaim selama ini sudah bekerja profesional dalam mengawasi lembaga jasa keuangan. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim selama ini sudah bekerja profesional dalam mengawasi lembaga jasa keuangan. Hal tersebut merespons usulan pembubaran OJK yang dikemukakan oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kami bekerja secara profesional dan independen. Kami bisa menyampaikan kepada masyarakat apa yang telah kami lakukan selama ini," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Rabu (22/1).

Ia menyatakan permasalahan di sektor jasa keuangan yang terjadi beberapa waktu terakhir bukanlah hal baru. Sementara, OJK sendiri baru beroperasi pada 2013 lalu.


"Permasalahan ini sudah cukup lama, semua orang tahu. Tinggal pilih kapan harus diselesaikan," terang dia.

Sekadar mengingatkan, beberapa masalah yang terjadi di sektor jasa keuangan, antara lain masalah likuiditas di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, dan PT Bank Muamalat Tbk.

Wimboh enggan mengomentari lebih lanjut mengenai opsi pembubaran OJK. Hal yang pasti, proses penyelesaian masalah Jiwasraya dan perusahaan lainnya sedang berlangsung.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Eriko Sotarduga mengusulkan agar fungsi pengawasan OJK dikembalikan ke Bank Indonesia (BI) dan Bapepam-LK. Peluang ini terbuka melihat masalah di industri keuangan yang mencuat beberapa waktu terakhir.

"Terbuka kemungkinan (dikembalikan fungsi pengawasan lembaga keuangan ke BI dan Kementerian Keuangan). Apa memungkinkan dikembalikan ke BI? Bisa saja. Di Inggris dan di beberapa negara sudah seperti itu," kata Eriko.

Hal ini, lanjut dia, akan dievaluasi oleh DPR melalui panitia kerja (panja) yang akan dibentuk oleh Komisi XI DPR mengenai kinerja industri jasa keuangan.

"Teman-teman internal bicara pemisahan dilakukan untuk pengawasan yang lebih baik. Nah, ternyata hasilnya tidak maksimal. Tapi kan kami tidak bisa menyalahkan begitu saja," pungkas Eriko.

[Gambas:Video CNN] (aud/age)