Rupiah tak menguat sendirian. Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Untuk yen Jepang menguat 0,14 persen, lira Turki 0,06 persen, diikuti baht Thailand dan dolar Singapura yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen.
Pelemahan memang terjadi pada won Korea sebesar 0,27 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, serta ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang di kisaran 1,78 persen. Hal ini bisa menjaga nilai rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/1).
Di sisi lain, Ariston menyebut pasar masih mewaspadai mewabahnya virus Corona yang mematikan dari China. Ariston menjelaskan bahwa mewabahnya virus tersebut dapat mengganggu perekonomian, sehingga mendorong pasar keluar dari aset berisiko.
"Virus ini bisa menekan rupiah terhadap dolar AS," tuturnya.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.700 per dolar AS pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
(ara/agt)