Dari total penerbitan itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan outstanding yang didapat mencapai Rp738,37 triliun. Penerbitan dilakukan melalui metode lelang, bookbuilding, dan private placement.
Luky menyatakan penerbitan SBSN dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk berbagai proyek infrastruktur. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki keterbatasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk 2020, pemerintah rencananya akan melakukan penerbitan sukuk dengan nilai mencapai Rp27,35 triliun. Pembiayaan meliputi kebutuhan 17 unit eselon I di 8 kementerian/lembaga untuk 728 proyek yang tersebar di 34 provinsi.
"Tahun ini tetap akan banyak untuk infrastruktur, termasuk infrastruktur sosial seperti madrasah, perguruan tinggi Islam, asrama haji, dan lainnya," terangnya.
"Dengan begitu, proyek yang diusulkan dapat berkualitas dari sisi perencanaan dan pelaksanaannya, sehingga dapat memenuhi target output dan outcome yang ditetapkan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/age)