"Bukan berarti kami mengabaikan pasar lain, tetapi Indonesia benar-benar prioritas bagi kami," ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia Oliver Chambard kepada CNNIndonesia.com belum lama ini.
Saat ini, sambung Chambard, lebih dari 200 perusahaan Prancis yang beroperasi di Indonesia. Bagi Prancis, hubungan kedua negara tidak hanya sebatas perdagangan tetapi juga kerja sama transfer teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Chambard, Indonesia bukanlah pasar yang mudah dengan berbagai regulasi yang terkadang sedikit menyulitkan. Namun, Chambard mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia untuk melakukan reformasi demi meningkatkan penanaman modal asing.
Salah satunya melalui penyusunan omnibus law yang bertujuan untuk memudahkan investasi. Sebagai catatan, omnibus law merupakan undang-undang yang mengatur sejumlah hal yang keberadaannya dapat merevisi beberapa undang-undang secara bersamaan.
Ke depan, pemerintah Prancis dan Indonesia akan memperat kerja sama untuk mengenalkan lebih banyak investor dan perusahaan Prancis. Hal sama juga dilakukan oleh Duta Besar Indonesia untuk Prancis yang gencar mempromosikan Indonesia di Prancis.
"Dalam beberapa minggu ke depan akan ada delegasi dari perusahaan Prancis yang akan datang ke Indonesia," tuturnya.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Prancis di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
[Gambas:Video CNN]
Sepanjang Januari-September 2019, realisasi investasi Prancis menempati peringkat ke-15 dengan nilai US$150,47 juta dari 524 proyek.
Realisasi tersebut melonjak hampir lima kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya di mana Prancis menduduki peringkat ke-27 dengan nilai US$36,49 juta dari 330 proyek.
(rds/sfr)