Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,08 persen, dolar Taiwan 0,06 persen, diikuti baht Thailand dan dolar Singapura yang sama-sama menguat tipis 0,02 dan 0,01 persen.
Di sisi lain, pelemahan terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,04 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen, serta yen Jepang yang melemah 0,04 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Modali Anak Usaha, BRI Siapkan Rp5 T |
Namun Ariston merasa sebagian dari pasar masih mewaspadai wabah ini kalau-kalau wabah ini meluas. Selain itu, Ariston mengatakan sentimen positif lainnya datang dari tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang masih di level rendah.
"Itu juga membantu penguatan terhadap dollar AS," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, saat ini yield berada di kisaran 1.74 persen setelah kemarin berhasil menyentuh kisaran 1.71 persen, level terendah sejak 5 Desember 2019.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.670 per dolar AS pada hari ini. (ara/agt)