Mengutip Forbes, Minggu (26/1), Korea Selatan, juga Korea Utara, menetapkan status siaga menghadapi serangan virus corona. Di tengah status siaga tersebut, industri pariwisata kedua negara terkena dampaknya.
Interpark Corp, perusahaan e-commerce Korsel, melaporkan pesanan perjalanan dari luar negeri turun tajam, terutama dari China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Korea Utara menganggap virus corona bisa menyebar dengan cepat meskipun belum ada kasus virus corona di Korea Utara.
Korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 orang. Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang. Korea Selatan dan Jepang sendiri masing-masing telah melaporkan satu kasus terkait.
Virus corona juga dikabarkan telah mengguncang pasar China dan mengacaukan rencana libur Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek menjadi musim migrasi manusia tahunan terbesar, di mana ratusan juta pelancong China menjejal diri masuk pesawat, kereta, hingga bus.
[Gambas:Video CNN]
Namun, tidak dengan tahun ini, di mana virus corona telah mengakibatkan pemerintah setempat menutup sebagian besar akses keluar dan masuk ke Wuhan, Hubei, China.
Virus corona disebut sama persis seperti SARS yang menyerang China pada 2003 lalu. Kerugian ekonomi akibat SARS mencapai US$40 miliar dan China bersama Hong Kong menanggung beban ekonomi terbesar pada saat itu.
Tak ubahnya SARS, Pemerintah China juga mulai mewanti-wanti kerugian ekonomi dari virus corona. (jnp/bir)