Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.612 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Jumat (24/1), yakni Rp13.632 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,79 persen, baht Thailand 0,42 persen, dan dolar Singapura sebesar 0,27 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif dari mewabahnya Virus Corona yang berasal dari China.
"Adanya kekhawatiran pasar karena China masih berjuang untuk menahan penyebaran Virus Corona," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/1).
"Hal tersebut akan mencegah investor mengambil risiko," ujarnya.
Diketahui, Kabinet China telah mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru China hingga 2 Februari untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian Cirus Corona.
Hong Kong juga telah melarang masuknya pengunjung dari Provinsi Hubei, China. Otoritas kesehatan di seluruh dunia pun bekerja keras untuk mencegah penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 2 ribu orang di China dan menewaskan 76 orang itu.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.564 hingga Rp13.680 pada perdagangan Selasa (28/1) esok hari.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)