Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2 persen, penurunan terbesar dalam lima bulan terakhir. Sementara, indeks ETF China AMC CSI 300 turun 2,20 persen.
Kemudian, kontrak berjangka E-mini untuk S&P 500 AS turun 1 persen, setelah jatuh 1,3 persen di awal perdagangan Asia. Saham-saham Eropa juga diperkirakan mengikuti, dengan penurunan saham berjangka utama Eropa diperdagangkan 1,2-1,4 persen lebih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi terbaru menyebut virus corona terus menyebar dan membunuh hingga 81 orang di China, dengan kasus orang terinfeksi mencapai 2.800 orang.
Akibat menyeruaknya virus corona, pelaku pasar terus waspada terhadap perkembangan tersebut. Apalagi, WHO telah menetapkan status darurat di China untuk epidemi ini.
[Gambas:Video CNN]
Minyak Jatuh
Tak cuma saham, harga minyak juga jatuh akibat berkembangnya virus corona. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok 3,8 persen hingga mencapai level terendah dalam 3,5 bulan terakhir ke posisi. US$52,15 per barel pada awal perdagangan.
Sementara, patokan internasional Brent merosot lebih dari tiga persen ke level terendah dalam tiga bulan terakhir ke posisi US$58,68 per barel.
Sementara itu, harga spot emas naik sebanyak 1,0 persen menjadi US$1.585,80 per ons, level tertinggi sejak 8 Januari.
Kenaikan harga emas juga tak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran wabah virus di Wuhan, China, dan dampak ekonomi potensial mendorong investor membeli logam safe haven. (antara/bir)