Istana Ungkap Rahasia Penilaian Kinerja Menteri ESDM dan BUMN

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 10:30 WIB
Istana Ungkap Rahasia Penilaian Kinerja Menteri ESDM dan BUMN Koordinator Stafsus Jokowi menyebut tolak ukur kinerja Arifin Tasrif dan Erick Thohir adalah keberhasilan proyek kilang. (Facebook).
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana memastikan keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membenahi persoalan defisit neraca perdagangan. Salah satunya melalui pembangunan kilang minyak di dalam negeri yang menjadi tolak ukur kinerja Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Key performance indeks Menteri ESDM (Arifin Tasrif) dan Menteri BUMN (Erick Thohir adalah keberhasilan mewujudkan pembangunan dan upgrade (kapasitas) kilang," jelas Ari pada diskusi Sinergi Komunikasi Sektor ESDM, dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Selasa (28/1).

Ari mengungkapkan pembangunan kilang minyak akan menekan tingginya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan baku petrokimia.


Sejalan dengan program pembangunan kilang, Jokowi juga terus mendorong program hilirisasi minyak dan gas bumi (migas). Hilirisasi dilakukan agar memberikan nilai tambah bagi industri turunannya. Imbasnya, Indonesia bisa menekan impor bahan baku petrokimia.

"Yang dilakukan Presiden saat ini mendorong sektor ESDM untuk membuka diri melalui investasi," ungkapnya.

Dorong EBT

Di samping sektor migas, sambung Ari, Jokowi juga mendorong sektor energi baru terbarukan (EBT) dengan perhatian utama Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

"Rapat terbatas (ratas) yang paling banyak sejak 2014 itu, ratas (membahas) sampah (PLTSa). EBT itu luar biasa," kata Ari.

Pada 2019-2022, pemerintah menargetkan 12 PLTSa hadir di 12 kota yang menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan untuk pengembangan EBT lainnya, pemerintah berhasil menarik investor untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung pertama di Cirata, Jawa Barat berkapasitas 145 Mega Watt.

Lebih lanjut, hal lain yang menjadi fokus Jokowi adalah implementasi program mandatori pemanfaatan campuran biodiesel pada minyak Solar sebesar 30 persen (B30). Program ini berjalan mulai 1 Januari 2020.

(sfr/lav)