Restrukturisasi perseroan merupakan salah satu rencana Kementerian BUMN pada 2020-2024. Ia mencontohkan masalah terkait restrukturisasi PT TPPI (Trans Pacific Petrochemical Indotama) yang tak berjalan selama 15 tahun.
Erick mengaku membereskan mafia yang selama ini menjadi akar masalah restrukturisasi TPPI. "Karena bergulir di situ mafia-mafian, tapi kita sikat, sehingga bisa jalan," tutur dia, Selasa (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Keuangan fokus mengejar penyelesaian utang TPPI. Harap maklum, TPPI merupakan salah satu tulang punggung industri petrokimia nasional. Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang pemerintah mencari mekanisme yang sesuai agar masalah utang TPPI bisa selesai.
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) mencatat total utang TPPI pada 2012 lalu sebesar Rp17,88 triliun, terdiri dari total utang pokok, bunga dan denda yang harus dibayarkan kepada 362 kreditur. PT Pertamina (Persero) menjadi kreditur terbesar dengan nilai Rp6,57 triliun.
Tak hanya soal utang, ia bilang masalah kepemilikan saham juga menjadi fokus pembenahan pemerintah atas TPI dan TPPI.
Sekadar informasi, Pertamina menggenggam saham TPPI sebesar 70 persen dan pemerintah melalui PPA menggenggam 100 persen saham di TPI, setelah TPI dinyatakan gagal bayar (default) atas obligasi multiyears senilai Rp734 miliar.
"Di situ ada kepemilikan Pertamina dan pemerintah, kepemilikan saham bisa clear agar perusahaan bisa terus berlanjut," imbuh Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)