Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS. Terpantau, ringgit Malaysia 0,19 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan won Korea 0,17 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,03 persen, diikuti dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen. Di sisi lain, pelemahan hanya terjadi pada lira Turki yang sama-sama melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ariston juga menyebut longgarnya kebijakan bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) di 2020 menjadi salah satu penyebab meningkatnya penguatan rupiah.
Menurut Ariston, kini perhatian pasar beralih ke keputusan kebijakan moneter The Fed. Ia mengatakan bahwa sebagian pasar berekspektasi The Fed masih akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar, di mana kebijakan longgar ini bisa mendorong pelemahan dollar AS.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, The Fed akan mengambil keputusan mengenai kebijakan moneter pada Kamis (30/1) pukul 02.00 WIB dini hari.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.650 per dolar AS pada hari ini.