"Dalam jangka pendek, kami harus mengakui bahwa ada tren menurun akibat virus Corona karena aktivitas orang China sekarang lagi berpikir tentang bagaimana menyelesaikan kasus virus ini," ujar Bahlil, Rabu (29/1).
Bahkan, menurutnya, kemungkinan China akan menunda beberapa investasinya. Penundaan bisa terjadi pada komitmen yang sudah diberikan maupun rencana investasi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dua minggu bisa mereka clear-kan, saya pikir tidak ada masalah karena investasi mereka sudah jalan, kecuali investasi baru yang bisa di-pending. Tapi kalau sudah konstruksi itu tidak akan mungkin berhenti, pasti dia akan jalan terus, itu psikologi pengusahanya," jelasnya.
Pada 2019, BKPM mencatat realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp809,6 triliun. Realisasi itu meningkat Rp88,3 triliun atau 12,24 persen dari sebelumnya Rp721,3 triliun pada 2018. Berdasarkan jenisnya, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp386,5 triliun.
Sementara wabah virus Corona mulanya muncul di China pada akhir tahun lalu. Virus ini memiliki indikasi flu berkepanjangan dengan deman tinggi. Saat ini, setidaknya sudah ada 106 orang meninggal akibat virus tersebut. Lalu, sekitar 4.500 orang terkena infeksinya.
Virus sendiri tidak hanya bersemayam di Wuhan, namun sudah menyebar ke sejumlah negara. Mulai dari Taiwan, Nepal, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kanada, hingga Prancis.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)