"Sampai hari ini kami ucapkan terima kasih saja. Apapun yang disampaikan pihak luar itu betul-betul jadi masukan," ucap Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Rabu (29/1).
Ia bilang semua informasi, saran, dan kritik yang disampaikan kepada pemerintah adalah bukti bahwa ada demokrasi di Indonesia. Menurutnya, tak ada pihak yang akan diperlakukan buruk jika memberikan kritik kepada pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, SBY mengaku dijadikan salah satu tokoh yang ditargetkan untuk dijatuhkan dalam usulan pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya. Informasi itu ia unggah di laman Facebook-nya dengan tajuk 'Penyelesaian Kasus Jiwasraya Akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar.'
"Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya geleng kepala," tulis SBY.
Menurut SBY, rencana pembentukan pansus sebenarnya bertujuan untuk menjatuhkan sejumlah tokoh. Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Sri Mulyani.
Lihat juga:Pertamina Produksi B100 Sepenuhnya pada 2024 |
Sebagai informasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan ada dugaan korupsi di tubuh Jiwasraya. Sejauh ini, lembaga itu telah menangkap lima orang tersangka terkait dugaan korupsi tersebut.
Mereka adalah mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan dan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.
Kemudian, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Heru Hidayat.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)