Tak hanya rupiah, pagi hari ini mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 0,54 persen, baht Thailand 0,31 persen, dan dolar Taiwan 0,25 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia melemah 0,12 persen, lira Turki 0,03 persen, diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap Bank Sentral AS yang masih mempertahankan kebijakan Longgar akan membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (30/1).
Menurut Ariston, The Fed memberi ancang-ancang meneruskan penyuntikan dana ke pasar via repo seperti yang dilakukan mereka sejak awal September 2019.
Lihat juga:IHSG Diramal Menguat pada Kamis Pagi |
Sebagai informasi, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali turun ke kisaran 1,58 persen setelah keputusan the Fed.
Kendati demikian, Ariston menilai kekhawatiran terhadap wabah Virus Corona masih akan menjadi sentimen negatif dan beban untuk aset berisiko seperti rupiah.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.650 per dolar AS pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
(ara/sfr)