Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan uu tersebut sengaja dikaji ulang karena sudah lama tak dievaluasi. Evaluasi akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi saat ini.
Namun, ia masih enggan membocorkan poin apa saja yang akan ditambahkan atau diganti dari kedua beleid tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Suahasil menjelaskan pemerintah akan segera memberikan Surat Presiden (Surpres) terkait RUU Omnibus Law tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Menyerahkan di DPR ya sesegera mungkin. Secepatnya, secepatnya," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Ia bilang seluruh RUU Omnibus Law yang dirancang pemerintah akan mengerek pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, Suahasil tak menyebut pasti target pertumbuhan ekonomi ke depan setelah rancangan aturan Omnibus Law rampung.
"Omnibus Law yang sekarang siap dibicarakan dengan DPR, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan lebih tinggi pada masa mendatang. Ini jangka panjang ya, pokoknya lebih tinggi dari sekarang," jelas Suahasil.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 cuma 5,02 persen secara tahunan. Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,17 persen. Capaian tersebut juga lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen.
Sementara, pertumbuhan ekonomi secara kuartal tercatat 3,06 persen. Angka tersebut juga melambat dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar 3,09 persen. (aud/agt)