Dilansir dari Antara, Jumat (31/1), harga minyak mentah berjangka Brent turun US$1,52 atau 2,5 persen ke level US$58,29 per barel. Selama sesi perdagangan harga Brent sempat tertekan ke level US$57,71 per barel, terendah sejak 8 Oktober 2019.
Pelemahan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,19 dolar AS atau 2,2 persen menjadi US$52,14 per barel. WTI sempat tertekan ke level US$51,66 per barel, terlemah sejak 10 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah penyelesaian transaksi di pasar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah Virus Corona di China, yang telah menewaskan 170 orang di sana, sekarang merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Usai pengumuman tersebut, harga minyak dunia kembali tertekan dalam perdagangan pascapenutupan.
"Selama minggu terakhir harga telah turun," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.
Sumber OPEC menyatakan Arab Saudi membuka diskusi tentang memindahkan pertemuan kebijakan OPEC+ yang akan datang ke awal Februari dari Maret.
Belum ada keputusan akhir mengenai tanggal baru pertemuan itu, dan belum semua anggota OPEC bergabung, dengan Iran kemungkinan penantang untuk menentang langkah itu, kata sumber OPEC+.
"Satu-satunya hal yang dapat mengubah tren saat ini adalah pertemuan darurat OPEC," kata Olivier Jakob dari konsultan Petromatrix.
[Gambas:Video CNN]
(antara/lav)