Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, lira Turki melemah 0,09 persen, won Korea 0,11 persen, dan baht Thailand sebesar 0,09 persen.
Selanjutnya, yen Jepang melemah 0,04 persen, serta dolar Hong Kong melemah 0,03 persen. Di sisi lain, penguatan terhadap dolar AS terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,10 persen dan dolar Singapura 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mendorong pasar masuk lagi ke aset berisiko. Rupiah bisa ikut menguat hari ini" kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (31/1).
Sementara itu, sentimen positif juga datang dari data indeks manufaktur dan non manufaktur China yang baru saja dirilis Jumat (31/1) pagi ini.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Ariston, kedua data tersebut menunjukkan aktivitas yang masih bertumbuh, karena angka indeks yang masih di level 50.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.600 hingga Rp13.650 per dolar AS pada hari ini.