Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp411,5 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,22 juta, 5 gram Rp3,69 juta, 10 gram Rp7,31 juta, 25 gram Rp18,18 juta, dan 50 gram Rp36,28 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,5 juta, 250 gram Rp181 juta, 500 gram Rp361,8 juta, dan 1 kilogram Rp723,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mendorong pasar masuk lagi ke aset berisiko dan harga emas turun lagi," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/1).
Di sisi lain, China baru saja merilis data pertumbuhan industri manufaktur dan non manufaktur. Hasilnya, produksi dari kedua sektor masih mencapai angka 50.
[Gambas:Video CNN]
"Data tersebut menunjukkan aktivitas yang masih bertumbuh, sehingga memberi sentimen positif untuk aset berisiko," katanya.
Lebih lanjut, Ariston memperkirakan bila kekhawatiran terhadap virus Corona terus mereda, maka harga emas kemungkinan akan meneruskan penurunan. Kecuali, ada sentimen baru yang mewarnai pergerakan harga emas.
"Bila harga emas melanjutkan penurunan, bisa ke area support US$1.563 per troy ons dengan resistance di US$1.580 per troy ons," katanya.