I Putu Darmaya, seorang pelaku pariwisata menyatakan masalah tersebut telah membuat kunjungan wisatawan ke daerahnya anjlok 100 persen. Akibatnya, saat ini sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida lesu.
Awal Februari ini bahkan sama sekali tidak ada pesanan dari wisatawan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepekan sebelum Imlek, dan tiga pekan setelah Imlek seharusnya high season. Booking-an harusnya lebih dari 1.000 wisatawan, tapi berturut-turut wisatawan cancel berkunjung," ujar dia.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, turis yang datang ke Bali setiap tahunnya rata-rata berada di angka 6,3 juta orang. Dari angka tersebut, 20 persen atau sekitar 1.260.000 orang adalah wisatawan China.
[Gambas:Video CNN]
"Saat Imlek pada 25 Januari 2020 lalu, kedatangan wisatawan Tiongkok menurun hingga 50 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan kondisi ini, diperlukan wisatawan dari negara lain untuk mengimbangi turunnya wisatawan Tiongkok. Pihaknya saat ini sedang berupaya menggenjot kunjungan dari Australia, Eropa, India, hingga Amerika Utara. (agt/put/agt)