Mengutip Antara, VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata mengatakan pemeriksaan ini khusus dilakukan pada kapal internasional yang langsung ke Surabaya. Pemeriksaan dilakukan antara buoy 2 dan buoy 3. Buoy adalah penanda yang diletakkan di laut agar kapal tidak merapat karena kedalaman laut dangkal.
"Kapal akan dihentikan, selanjutnya petugas KKP naik kapal untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan," katanya dikutip pada Minggu (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pengecekan langsung, KKP juga meletakkan satu unit alat deteksi suhu tubuh di Gapura Surya Nusantara (GSN). Pengecekan dilakukan kepada seluruh penumpang kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Jika didapati awak atau penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona maka terdapat tiga opsi tindakan. Pertama, pasien tersebut langsung dirawat di rumah sakit rujukan. Kedua, pasien tersebut dideportasi. Ketiga, kapal ditolak sandar.
[Gambas:Video CNN]
Rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan adalah RSU Dr. Soetomo Surabaya, RSU Dr. Saiful Anwar Malang, RSU Dr. Soebandi Jember, RS Dr. Koesma Tuban, RS Dr. S Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Pare Kediri, RS Blambangan Banyuwangi, dan RS Soedono Madiun
"Untuk keputusan, kami mengikuti keputusan pihak KKP. Hal ini telah kami sosialisasikan kepada agen pelayaran," tegas Wilis.
Di sisi lain, Pelindo III menyiapkan RS PHC Surabaya sebagai tempat pemeriksaan awal bagi awak maupun penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona.
"PHC sudah menyiapkan satu ruangan isolasi khusus yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke sejumlah rumah sakit yang telah ditunjuk," katanya. (ulf/mik)