Dikutip dari AFP, skala penurunan kedua bursa saham tersebut cukup besar, walaupun pergerakan standar pasar saham China memang terkenal sangat fluktuatif. Anjloknya kedua bursa saham China karena keprihatinan mendalam atas dampak ekonomi wabah virus Corona. Yuan juga melemah hampir 1,5 persen terhadap dolar AS.
Namun, bursa saham Hong Kong, yakni indeks Hang Seng naik 0,17 persen, dalam beberapa menit pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor akan melepaskan 'emosi' mereka di awal pembukaan dan kemudian membuat keputusan lebih lanjut berdasarkan situasi epidemi dan langkah-langkah stimulus potensial yang diluncurkan oleh pemerintah," Zhang Qi, Analis Haitong Securities.
Zhang Qi menambahkan pertanyaan seperti apakah penyebaran epidemi Corona terkendali secara efektif dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi membuat stres para investor.
Saham China International Travel Service dengan cepat turun maksimum 10 persen. Saham China Southern Airlines turun 2,99 persen dan China Eastern Airlines turun 2,51 persen.
Saham individu China terbatas pada pergerakan harian 10 persen di kedua arah untuk membatasi volatilitas, setelah itu perdagangan saham tersebut akan ditangguhkan.
Foxconn Industrial Internet, cabang raksasa teknologi Taiwan Foxconn, juga turun hingga batas harian menjadi.
Pasar telah dijadwalkan untuk dibuka kembali pada Jumat (31/1) setelah liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan. Namun, diperpanjang oleh pemerintah untuk 'membeli' waktu dalam perang melawan virus.
Bank Rakyat China (PBOC) mengatakan intervensi pasarnya bertujuan untuk menjaga likuiditas yang masuk akal dalam sistem perbankan, serta pasar mata uang yang stabil, selama epidemi.
Ekonomi China diperkirakan akan menerima pukulan dari krisis, yang telah membuat kawasan industri terhenti.
"Dampak jangka pendek pada pertumbuhan PDB Tiongkok kemungkinan besar," kata Oxford Economics dalam catatan penelitian.
[Gambas:Video CNN]
(afp/age)