Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah mengatakan perlambatan terjadi karena situasi ekonomi global yang lesu. Maklum, produksi hasil industri tersebut selama ini memang banyak diekspor.
Jika ekonomi dunia sedang melambat seperti saat ini, maka ekspor industri manufaktur besar dan sedang akan ikut tertekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, industri kertas dan barang dari kertas naik 5,49 persen dan memberikan andil kepada industri manufaktur besar dan sedang keseluruhan sebesar 5,9 persen. Kemudian, industri logam dasar dan tekstil masing-masing naik 1,98 persen dan 3,58 persen.
Kemudian, industri percetakan dan reproduksi media rekaman melonjak 19,58 persen tapi andilnya kecil hanya 0,63 persen terhadap industri manufaktur besar dan sedang.
[Gambas:Video CNN]
"Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 18,49 persen," ujar Suhariyanto.
Di sisi lain, sambung Suhariyanto, industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) terlihat lebih lincah pada tahun lalu. Pertumbuhannya tercatat sebesar 5,8 persen, lebih tinggi dari posisi 2018 yang hanya 4,86 persen.
Industri makanan menjadi penyumbang terbesar bagi industri manufaktur mikro dan kecil dengan kenaikan 7,18 persen dan andil 20,44 persen. Kemudian, industri pakaian jadi yang naik sebesar 4,86 persen, industri barang galian dan bukan logam sebesar 4,59 persen.
Hanya saja, terdapat beberapa jenis industri yang turun, yakni industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 2,35 persen dan industri peralatan listrik sebesar 17,08 persen.