Penurunan jumlah penumpang, kata Suhariyanto, terjadi di Bandara Kualanamu-Medan sebesar 29,31 persen, Bandara Soekarno Hatta-Banten sebesar 14,79 persen, Bandara Juanda-Surabaya sebesar 23 persen, Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 11,15 persen, dan Bandara Hasanuddin-Makassar 21,69.
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan penurunan penumpang pesawat domestik disebabkan harga tiket yang mahal. Ia tak menampik sudah ada penurunan harga dari maskapai. Tapi penurunan tersebut masih membuat harga tiket pesawat lebih mahal dari tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut dalam negeri juga naik pada 2019 sebesar 6,6 persen menjadi 297,8 juta ton. Mayoritas barang diangkut lewat Pelabuhan Panjang, Tanjung Priok, dan Balikpapan.
[Gambas:Video CNN]
"Tapi terjadi penurunan barang yang diangkut di Pelabuhan Makassar dan Tanjung Perak masing-masing sebesar 4,32 persen dan 1,46 persen," jelas Suhariyanto.
Selanjutnya, penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera pada 2019 tercatat sebanyak 428 juta orang atau naik 1,39 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini khususnya terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 8,07 persen dan 4,42 persen, sedangkan di wilayah Jabodetabek turun 0,22 persen.
Kemudian, jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta api sepanjang tahun lalu naik 3,46 persen menjadi 51,1 juta ton. Peningkatan terjadi di Sumatera sebesar 8,06 persen.