Keduanya mundur sementara dengan dugaan Airbus memberikan suap sebesar US$50 juta untuk mengamankan pesanan pesawat. Pekan lalu, Airbus mengatakan telah sepakat untuk menyisihkan 3,6 miliar euro untuk menyelesaikan penyelidikan korupsi oleh pihak berwenang di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat.
Ketika berita penyelidikan meluas, AirAsia yang berbasis di Malaysia turut 'terseret' dalam penyelidikan suap oleh Kantor Penipuan Serius Inggris (SFO), yang diduga melibatkan dua eksekutif perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diidentifikasi sebagai pengambil keputusan utama di AirAsia dan AirAsia X, mereka diduga diberi hadiah dengan pesanan 180 pesawat dari Airbus. Investigator Inggris mengatakan AirAsia dan AirAsia X memesan 406 pesawat Airbus antara 2005 dan 2014. Sebanyak 180 di antaranya tidak dibayar dengan tepat dan bahkan ditawari pembayaran tidak layak.
"Pembayaran kepada tim olahraga dimaksudkan untuk mengamankan atau menghargai bantuan yang tidak pantas oleh mereka sehubungan dengan bisnis itu," kata dokumen itu.
"Kami tidak akan merugikan perusahaan yang telah bangun dengan waktu sepanjang hidup dengan status global seperti saat ini," ujarnya.
AirAsia sebelumnya mengatakan tidak terlibat dengan investigasi Airbus SFO, juga tidak diberi kesempatan untuk memberikan informasi kepada kantor penyelidik penipuan.
[Gambas:Video CNN]
(afp/age)