Selain Carlo, Erick juga menarik sejumlah pejabat lain. Pertama, Loto Srianita Ginting. Ia dijadikan Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN.
Kedua, Nawal Nely. Partner dari EY ia tarik menjadi Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:DPR Sindir Sepak Terjang Ahok di Pertamina |
Arya mengatakan Erick Thohir telah memberikan tugas khusus terhadap empat orang tersebut. Untuk Susyanto, Erick menugaskannya untuk segera mengidentifikasi semua regulasi yang menghambat jalannya bisnis BUMN.
Untuk Nawal, Erick menugaskannnya untuk menangani manajemen risiko di BUMN.
" Jadi supaya bisa dilihat bagaimana cashflow yang bagus dan laporan keuangannya benar," katanya.
Untuk Carlo, tugas yang diberikan adalah menyelesaikan sengketa antar BUMN. Arya mengatakan tugas tersebut diberikan karena saat ini ada beberapa BUMN yang bermasalah dengan perusahaan pelat merah lainnya.
"Ada 20 BUMN yang bermasalah antar diri sendiri. Pak Carlo diberikan tugas mengidentifikasi masalah tersebut," katanya.
Sementara itu untuk Loto, tugas yang diberikan adalah mencari peluang BUMN dan UMKM. (aud/agt)