"Jika tidak ada penemuan lagi atau eksplorasi, maka usia produksi atau lifetime minyak kita tinggal 9,7 tahun lagi," ujar Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf di Komisi VII, DPR, Jakarta, Selasa (4/2).
Sementara, usia produksi gas tinggal 7,8 tahun. Karenanya, perlu ditemukan cadangan minyak dan gas (migas) baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau biochemical surfactant," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan resmi.
Program EOR, kata Arifin, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.
"Memang, kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dapat mendapatkan sumber formula yang tepat tentang komposisi EOR ataupun biochemical," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(antara/sfr)