Direktur Utama Hotel Indonesia Natour Iswandi Said mengatakan kajian tersebut dilakukan bersama oleh tujuh perusahaan pelat merah yang memiliki lini bisnis hotel. Selain Hotel Indonesia Natour, BUMN lainnya adalah PT Patra Jasa, PT Pegadaian (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT PP (Persero) Tbk.
"Agenda kami kira-kira sampai Juni sudah ketemu skema (holding BUMN hotel)," katanya di kawasan parlemen, Selasa (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pembentukan holding BUMN hotel) Tergantung dari kajiannya, kalau bisa secepatnya," katanya.
Kinerja Keuangan
Pada 2019 lalu, Hotel Indonesia Natour mencatat kinerja apik. Laba perseroan meroket 191,8 persen dari Rp17,44 miliar di 2018 menjadi Rp50,8 miliar di 2019.
Iswandi menjelaskan kenaikan laba dipicu pembelian sebagian lahan perseroan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Lahan tersebut digunakan untuk pembangunan jalan.
"Kalau dari Rp50,8 miliar (nilai pembelian) kurang lebih Rp23 miliar," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Catatan redaksi:
Judul berita ini mengalami perubahan pada Rabu, 5 Februari 2020. (ulf/agt)