Jejak Sandiaga di Recapital Sekuritas Sebelum Dihukum OJK

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 13:15 WIB
Jejak Sandiaga di Recapital Sekuritas Sebelum Dihukum OJK PT Recapital Sekuritas Indonesia merupakan anak usaha dari perusahaan yang dirintis oleh Sandiaga Uno bersama Rosan Roeslani dan Elvin Ramli, Recapital Advisors. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin PT Recapital Sekuritas Indonesia sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek per 30 Januari 2020. Sanksi dijatuhkan lantaran perusahaan menyampaikan Laporan MKDB yang menyesatkan kepada OJK.

Recapital Sekuritas Indonesia merupakan perusahaan sekuritas di bawah naungan Recapital Group. Sebagai pengingat, Recapital Group merupakan bisnis multisektoral yang didirikan oleh Sandiaga Uno bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani dan Elvin Ramli pada 23 tahun lalu.

Recapital Sekuritas berdiri pada 19 Februari 1990 dengan nama Putrajuang Sekupindo.  Berdasarkan data OJK, perusahaan mengantongi izin sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Nomor KEP-143/PM/1992 tertanggal 12 Maret 1992 dan dan KEP-08/PM/PEE/2000 tertanggal 12 Juli 2000.


Pada 2000, perusahaan berganti nama menjadi Rifan Financindo Sekuritas sebelum akhirnya menjadi Recapital Sekuritas Indonesia setelah diakuisisi oleh Recapital Advisors, induk perusahaan (holding) investasi Recapital Grup.

Perusahaan telah mendapatkan rapor merah sejak beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2016 lalu, perusahaan terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran Modal Kerja Bersih Bersih Disesuaikan (MKDB) di bawah ketentuan. Sebagai catatan, minimal MKDB perusahaan sekuritas anggota bursa adalah Rp25 miliar.

Berdasarkan IDX Fact Book 2019, per 30 Januari 2018, BEI akhirnya mencabut surat persetujuan anggota bursa perusahaan.

Selain mencabut izin usaha Recapital Sekuritas, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp700 juta karena perusahaan terbukti melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 107 Tentang Pasar Modal (UUPM).

Dalam hal ini, perusahaan menyembunyikan Perjanjian Penerbitan Obligasi Tukar dengan PT Nexis Inti Persada. Perusahaan tidak mencatatkan penerimaan dana hasil penerbitan Obligasi Tukar tersebut sebagai hutang dalam Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan. Apabila dicatat, nilai MKDB perusahaan seharusnya berkurang.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, Direktur Utama Recapital Sekuritas Indonesia Abi Hurairah Mochdie dikenakan sanksi administratif sebesar Rp600 juta dan sanksi pencabutan izin orang perseorangan sebagai Wakil Perusahaan Efek.

Hukuman ini diberikan karena Abi terbukti melanggar UUPM Pasal 107 sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tidak ada kejelasan informasi mengenai Laporan MKBD.

CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi manajemen Recapital Sekuritas. Namun, hingga kini perusahaan belum merespons.

(sfr/age)