Waktu lama tersebut dibutuhkan karena ketergantungan ekonomi Papua terhadap komoditas sangat tinggi. Kebetulan, dari sisi komoditas, bisnis tambang PTFI merupakan yang terbesar dan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Papua.
"Memang ada ketergantungan (dengan Freeport)," ucap Airlangga, Kamis (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar masalah tersebut tidak terus berlarut-larut, Airlangga mengatakan pemerintah sedang mempercepat pembangunan Kawasan Industri di Teluk Bintuni.
"Makanya kan pemerintah sedang dorong pengembangan kawasan Bintuni untuk industri, untuk methanol dan yang lain," jelas Airlangga.
[Gambas:Video CNN]
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekonomi Papua minus 15,72 persen pada sepanjang 2019 kemarin. Kondisi tersebut dipicu peralihan tambang terbuka (open pit) ke bawah tanah (underground) milik Freeport.
Pasalnya, peralihan sistem tambang tersebut membuat produksi Freeport merosot.
"Pertumbuhan ekonomi Papua kuartal I sampai kuartal IV 2019 selalu kontraksi. Penyebab utamanya adalah Freeport yang produksinya menurun karena ada peralihan sistem tambang di sana," kata Suhariyanto.
Manajemen Freeport McMoran melaporkan produksi tembaga di Grasberg turun 14 persen dan produksi logam turun 1,7 persen pada kuartal IV 2019. Dengan produksi tersebut, manajemen memperkirakan penjualan tembaga sebanyak 725 juta pon dan emas 105.000 ounce pada kuartal I 2020.