Ida mengungkapkan berdasarkan survei World Bank Enterprises, kurang dari 10 persen perusahaan di Indonesia memberikan pelatihan formal.
Angka tersebut masih di bawah dari persentase perusahaan yang aktif mengerek kompetensi pegawai di negara tetangga. Misalnya, Vietnam 20 persen, Filipina (60 persen), dan Tiongkok (80 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ida memahami dunia usaha berupaya untuk mencari untung. Tanpa keuntungan yang jelas, perusahaan tidak akan mau berinvestasi kepada hal-hal jangka menengah dan panjang seperti SDM.
Investasi pada SDM lebih kerap dilakukan oleh perusahaan besar karena skala ekonomi besar yang cenderung menghasilkan untung lebih besar.
[Gambas:Video CNN]
Karenanya, Ida berharap perusahaan berpartisipasi aktif dalam program pemerintah terkait pengembangan SDM salah satunya program Kartu Prakerja dengan menyediakan lowongan kerja dan pemagangan, serta terlibat menjadi training center.
Kemudian, Program BLK Komunitas dan menggunakan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) dalam seluruh urusan ketenagakerjaan.