Wishnutama Sebut Kursi Pesawat RI Hambat Pariwisata

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 20:50 WIB
Menparekraf Wishnutama menilai kapasitas kursi penerbangan ke Indonesia untuk menunjang sektor pariwisata yang kini 'terinfeksi' Virus Corona masih minim. Wishnutama mengeluhkan minimnya kapasitas kursi penerbangan ke Indonesia di tengah upaya mengerek sektor pariwisata. (CNN Indonesia/Aria Ananda).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengeluhkan minimnya kapasitas tempat duduk penerbangan asing ke dalam negeri. Padahal, pemerintah ingin menggenjot sektor pariwisata yang tengah terkena pukulan oleh penyebaran wabah Virus Corona.

"Seat capacity (kapasitas tempat duduk) Thailand itu ada 57 juta. Indonesia ada jauh di bawah itu. Saat kami kalkulasi, seat capacity dengan target tahun lalu 20 juta itu sudah enggak nyambung. Kecuali, wisatawan suruh berenang ke Indonesia," ujar Wishnutama di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2).

Wishnutama telah melontarkan permasalahan tersebut kepada kementerian lain yang terkait, seperti Kementerian Perhubungan, dalam rapat Kordinasi yang diselenggarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada hari ini, Jumat (7/2).


Menurutnya, jumlah kapasitas tempat duduk penerbangan ke Indonesia perlu ditambah. Sebab, ia menilai jumlah tersebut tidak cukup memenuhi tujuan pemerintah dalam membangun sektor pariwisata.

Ia mengingatkan seluruh perjalanan turis asing asal China untuk sementara ditutup oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Dampak dari Virus Corona juga berpotensi merembet kepada kedatangan wisatawan asing di negara lain.

Beberapa negara pun juga telah melakukan pengetatan penerbangan untuk mengantisipasi masuknya virus korona.

Konsekuensinya, pendapatan pariwisata menurun, khususnya untuk kawasan pariwisata di Bali yang biasanya menjadi destinasi liburan turis China.

"Bukan hanya di Bali, di Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, itu pasti kena dampak cukup besar," paparnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah akan menambah kapasitas maskapai penerbangan untuk membuka jalur lain di dalam negeri. Dengan hal ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi Indonesia di sektor pariwisata.

"Dengan Garuda kami sudah bicara, dengan internasional airlines kami juga bicara, baru beberapa nanti akan ada pertemuan lanjutan, jadi ini belum selesai," tuturnya.

Selain itu, untuk menggenjot wisatawan domestik berwisata dalam negeri pemerintah juga meminta maskapai memberikan diskon bagi masyarakat yang hendak berlibur ke Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.

"Tren (berwisata) kan akhirnya menurun, ada kekhawatiran traveling (perjalanan) pada saat ada virus korona, banyak lah faktornya. Kami kan tidak tahu kapan ini kelar, mudah-mudahan ini cepat (diselesaikan)," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ara/sfr)