Penutupan itu telah melumpuhkan sebagian besar kapasitas produksi perusahaan pesawat asal Eropa. Tianjin adalah titik perakitan terakhir untuk Airbus A320, tipe yang memiliki pesanan terbesar dalam Airbus.
Sebesar 10 persen perakitan terakhir pesawat tersebut dilakukan di Tianjin, China. Dikutip dari CNN, jika penyetopan sementara masih akan berlanjut, maka pesanan A320 Airbus akan terancam terlambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airbus merakit A320 dan memberikan sentuhan akhir seperti pemasangan kabin pada A330 di pabrik yang berlokasi di Tianjin tersebut. Pabrik tersebut sekaligus menjadi pabrik perakitan pertama di luar benua asalnya.
Sedangkan untuk Boeing, Virus Corona membuat perusahaan mengalami krisis yang bertubi-tubi. Pasalnya, Boeing masih mencoba 'bangkit' setelah kasus 737 Max.
Boeing juga memiliki fasilitas perawatan di Shanghai dan sebuah pabrik di Tianjin yang memproduksi suku cadang pesawat. Namun, juru bicara itu mengatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang dampak potensial terhadap fasilitas ini.
Prioritas Boeing adalah untuk mendapatkan 737 Max kembali ke udara sehingga dapat melanjutkan pengiriman di China dan pasar penerbangan lainnya.
Bulan lalu, Boeing melaporkan kerugian tahunan pertamanya sejak 1997, karena biaya krisis 737 Max memusnahkan pendapatan.
[Gambas:Video CNN]
(age/agt)