Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.647 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Kamis (6/2), yakni Rp13.662 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,55 persen, ringgit Malaysia 0,35 persen, dan yuan China 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, poundsterling Inggris menguat sebesar 0,06 persen terhadap dolar AS. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu pernyataan pejabat China soal pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa ekonomi China akan tertekan akibat Virus Corona sehingga membuat rupiah tertekan. Akan tetapi, Ibrahim mengatakan para ekonom masih memprediksi perekonomian akan kembali pulih setelah virus dikendalikan.
Diketahui, Virus Corona telah merenggut 636 nyawa hingga saat ini. Terdapat 3.143 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Kamis (6/2), sehingga totalnya menjadi 31.161.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.586 hingga Rp13.720 pada perdagangan Senin (10/2) pekan depan.
[Gambas:Video CNN]
(ara/agt)