Suplai Terganggu Akibat Cuaca, Jakarta Ambil Cabai Luar Jawa

CNN Indonesia | Minggu, 09/02/2020 13:30 WIB
Suplai Terganggu Akibat Cuaca, Jakarta Ambil Cabai Luar Jawa Operasi pasar cabai dan bawang putih dilakukan di Jakarta usai harga dua komoditas itu meroket akibat perubahan cuaca. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan operasi pasar di 22 pasar DKI Jakarta usai harga dua komoditas pangan, bawang putih dan cabai rawit merah, meroket karena perubahan cuaca.

"[Operasi pasar] untuk mengendalikan harga bawang dan cabai khususnya cabai rawit merah. [Harga] Dua komoditas itu akhir-akhir ini meningkat khususnya DKI Jakarta karena masalah cuaca," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi di Jakarta Selatan, Minggu (9/2).

Agung menyebut saat ini di Pulau Jawa, panen dilakukan tidak maksimal dan berbeda dengan di luar Jawa. Hal tersebut menurutnya akibat perubahan cuaca. Kini DKI Jakarta mendapatkan suplai cabai dari luar daerah.


"Kami terpaksa mengambil dari Wajo (Sulawesi Selatan), Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat," lanjut Agung.


Agung juga menyatakan kenaikan harga sejak awal tahun lalu selain karena faktor cuaca juga disebabkan distribusi dua komoditas pangan itu yang terganggu.

Dalam operasi pasar kali ini, Kementan menggelontorkan 20 ton dua komoditas itu dalam sehari dan disebar ke pasar-pasar DKI Jakarta.

Kini di 22 pasar tersebut, cabai rawit merah dipatok dengan harga Rp35 ribu dan bawang putih di harga Rp30 ribu.

Agung kemudian meyakinkan bahwa ketersediaan bawang putih tidak terganggu, meskipun kondisi ekonomi diguncang wabah virus corona yang menyerang China. Bawang putih sebagian besar diketahui berasal dari negara tersebut.

"Sekarang stoknya masih ada, tinggal keluarkan stok yang kita punya dalam dua bulan ini. Masih aman" kata Agung.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan jika Jakarta memiliki ketergantungan pasokan dari wilayah lain. Namun, kata Anies, harga komoditas di Jakarta berpengaruh secara nasional.

"Harga mencerminkan supply-demand, di Jakarta relatif stabil, konstan," kata Anies. "Tetapi suplainya sering mengalani interupsi. Pada saat suplai mengalami interupsi, di situ kemudian harga mengalami kenaikan,"

Adapun 22 pasar yang ditargetkan Kementan yakni Pasar Tomang Barat, Pasar Kramat jati, Pasar Tanah abang. Pasar Jatinegara, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Klender, Pasar Senen, Pasar Anyer bahari, Pasar Glodok, Pasar Johar baru.

Ada pula Pasar Tebet barat, Pasar Pondok labu, Pasar Koja baru, Pasar Gondangdia, Pasar Mampang Prapatan, Pasar Petojo Ilir, Pasar Kelapa gading. Lalu Pasar Cijantung, Pasar Pulogadung, Pasar Pal Merah, Pasar Metro Atom, Pasar Minggu.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, CNNIndonesia.com sempat melakukan survei kenaikan harga cabe di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat (17/1) lalu.

Saat itu tercatat harga cabai merah keriting Rp60 ribu, cabai rawit merah Rp80 ribu, cabai merah Rp100 ribu serta cabai hijau Rp35 ribu. Sedangkan harga bawang putih Rp40 ribu. (kha/end)