Dikutip dari CNNBusiness, CEO perusahaan Matt Maddox kerugian tersebut terjadi akibat belanja operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan akibat penutupan kasino tersebut.
Menurutnya, meskipun tutup, perusahaan tetap harus mengeluarkan biaya operasional termasuk untuk 12.200 pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Virus Corona saat ini tengah mewabah di China dan sejumlah wilayah. Virus telah membunuh 902 orang. Selain itu, virus juga telah menginfeksi 40 ribu orang di seluruh dunia.
Penutupan tersebut memberikan berita buruk bagi bagi operator kasino termasuk bagi Wynn. Maklum, perjudian adalah darah kehidupan Macau dan Wynn.
Wilayah semi-otonom China dan Wynn tersebut bergantung ekonominya pada jutaan pengunjung dari daratan yang ingin berjudi di Macau. Pasalnya, bagi Wynn, 70 persen dari total pendapatan sebesar US$6,6 miliar yang mereka dapatkan pada 2019 kemarin berasal dari dua properti mereka di Macau
"Virus akan tetap menjadi angin tamparan bagi kami sampai wabah dikendalikan," tambah perusahaan.
[Gambas:Video CNN]
(agt)