Mulanya, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi mengungkapkan produk reksa dana saham yang diterbitkan oleh manajer investasi seolah-olah disiapkan khusus untuk investasi Jiwasraya. Menariknya, reksa dana tersebut hanya diisi oleh saham-saham tertentu.
"Kalau bapak menanyakan persekongkolan, kami tidak tahu persisnya. Tetapi kalau dibaca dari hasil manajer investasi yang mempunyai izin, isinya itu produknya hanya beberapa seperti tailor-made untuk Jiwasraya," paparnya, Senin (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk itu dibuat khusus untuk Jiwasraya? Kalau istilah bapak tailor-made, jadi mereka membuat produk investasi khusus untuk Jiwasraya? Kalau begitu, kami sudah dapat jawabannya, ini konspirasi," tegasnya.
Pernyataan Misbakhun diamini oleh Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara. Ia juga menilai hal tersebut sebagai indikasi konspirasi dalam kasus Jiwasraya. "Saya kira kami sepakat (dugaan konspirasi)," ucapnya.
Portofolio saham yang dimiliki perusahaan lewat reksa dana mencakup saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU), Semen Baturaja, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, PP Properti, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), dan PT Hanson International Tbk (MYRX).
Manajemen lawas Jiwasraya banyak menginvestasikan dana di aset berisiko tinggi (high risk) demi mengejar untung selangit. Tercatat, sebesar 22,4 persen dari total aset ditempatkan di saham bervaluasi rendah (undervalue) dan hanya 5 persen ada di saham LQ-45.
Kemudian, sebanyak 59,1 persen diinvestasikan di reksa dana saham. Hexana bilang mayoritas reksa dana dikelola perusahaan manajer investasi berkinerja buruk. Hanya 2 persen dana yang diinvestasikan di reksa dana dan saham dikelola perusahaan manajer investasi berkualitas.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)