Erick optimistis karena menurutnya inti perusahaan BUMN tak hanya untuk kepentingan bisnis namun juga mencakup pelayanan masyarakat.
"Kalau sistemnya jalan saya yakin BUMN hospital bisa lebih baik dari swasta karena kita tidak ada ego, melayani masyarakat meski bisnis juga, tidak seperti swasta yang pure (murni) bisnis," katanya pada Senin (10/2) di bilangan Tanah Abang, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak dikirim (impor), mau buat obat apa?" tukasnya di hadapan ratusan dokter BUMN.
Di kesempatan yang sama, Erick mengatakan bahwa merebaknya Virus Corona mengantarkan bisnis yang tak terduga. Dia mengaku ditawari pesanan dua juta masker oleh perusahaan asal China Suning Group. Meski menggiurkan, Erick mengaku tak mampu menyediakan kebutuhan tersebut sebab masker BUMN telah dikirim ke Hong Kong untuk kebutuhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
[Gambas:Video CNN]
"Hari ini saya ditelepon oleh Suning Group, katanya mau beli (sebanyak) 2 juta, bingung saya mau cari kemana, siapa yang bisa jual," katanya.
Diketahui, stok masker dunia kian langka bahkan warga Singapura memborong masker dari Batam, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana mengatakan sikap warga Singapura tersebut diprotes warga Batam.
Jarak yang dekat antara Singapura dan Batam memudahkan warga negara tetangga untuk membeli masker. Bahkan, menurut Tjetjep, mereka juga memborong sabun cuci tangan kemasan.