Dikutip dari CNNBusiness, perusahaan seperti Tencent dan Alibaba yang berbasis di Shenzhen memutuskan untuk menutup kantornya sementara. Para karyawan tetap bekerja, namun dari rumah masing-masing.
Menurut perusahaan, setidaknya dua pekan ke depan, para karyawan akan dibiarkan untuk bekerja dari rumah. Sementara kantor perusahaan yang berada di Hong Kong masih tentatif, dan kemungkinan akan dibuka pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan transportasi Didi dan Audi China pun akan menerapkan kerja jarak jauh tersebut hingga Jumat (14/2). Pembuat drone DJI pun melakukan hal serupa. Namun, perusahaan ini belum mengabarkan sampai kapan kebijakan bekerja dari rumah akan diberlakukan.
Namun, perusahaan yang masuk kantor harus memenuhi persyaratan karantina. Mereka hanya bisa masuk ke kantor jika sudah mendapatkan persetujuan. Begitu pula dengan Huawei yang sudah membuka kantornya di Shenzhen. Setiap pagi para karyawan harus melaporkan rincian suhu tubuh.
Wakil Presiden dan Manajer Regional Asia Pasifik Forrester Research Dane Anderson mengungkap kebingungan perusahaan untuk mengambil langkah mengelola wabah sudah diprediksi. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memang kurang persiapan.
"Sebagian besar organisasi fokus pada rencana yang berkelanjutan untuk bisnis mereka. Dengan adanya wabah, bisnis mengalami kerugian seperti kehilangan fasilitas, teknologi hingga orang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Namun, tampaknya perusahaan tersebut memperpanjang penutupan sepekan lagi. Volkswagen pun mengatakan bahwa mereka berharap bisa melanjutkan produksi beberapa kendaraan pada Senin (10/2).
Pemerintah China mungkin akan segera memberikan kejelasan untuk bisnis di negara tersebut. Dewan Negara China mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengadakan konferensi pers, Selasa (11/2). Salah satunya untuk membahas bagaimana China membantu perusahaan melanjutkan produksi.
[Gambas:Video CNN]
(age/agt)