Retno mengklaim rencananya kuota dapat bertambah hingga lima kali lipat dalam enam tahun. Menurutnya, keputusan tersebut dilakukan usai rencana kemitraan dagang antar dua pihak itu sudah disepakati dan dapat dirasakan secara langsung oleh Indonesia.
"Kami sudah mendesain 100 hari pertama dari implementasi itu (IA-CEPA) supaya bisa dirasakan manfaatnya," kata Retno, Selasa (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kata Retno, pertemuan bisnis antar kedua negara itu di Indonesia akan dipimpin oleh Menteri Perdagangan.
"(Yang akan dilakukan) mengidentifikasi kerja sama investasi di bidang infrastruktur," pungkas dia.
Sementara Nota Kesepakatan (Memorandum of Understandings/Mou) implementasi IA-CEPA telah dilakukan pimpinan kedua negara pada Senin (10/2) . Jokowi menyepakati perjanjian itu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.
Berdasarkan ratifikasi UU IA-CEPA, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Australia secara bertahap. Sementara Australia akan menghapus 100 persen bea masuk impor untuk produk asal Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(mjo/age)