"Kami targetkan pada 2020 karena hortikultura prioritas nasionalnya di dua komoditas, yakni cabai dan bawang merah. Kami targetkan ada peningkatan tujuh persen," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dikutip dari Antara, Selasa (11/2).
Prihasto menjelaskan bahwa pertumbuhan produksi bawang merah, cabai rawit, dan cabai besar, ditargetkan sebesar tujuh persen per tahun sampai 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luas panen cabai rawit saat ini mencapai 177.581 hektare dengan tingkat produktivitas 7,8 ton per hektare. Lahan panen cabai rawit berada di 33 provinsi dan 219 kabupaten.
Kemudian, bawang merah produksinya sebesar 1,52 juta ton pada 2019. Pada tahun ini, produksinya ditargetkan mencapai 1,66 juta ton dan pada 2024 sebesar 2,13 juta ton.
Strategi Kementan dalam meningkatkan produksi cabai dan bawang merah sebagai komoditas strategis dan rentan bergejolak ini, adalah melalui optimalisasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan sebesar Rp6,39 triliun.
Kegiatan usaha hortikultura yang difokuskan mendapat KUR yakni usaha peralatan mesin, usaha budi daya, usaha benih, usaha lanskap dan on farm, usaha pasca-panen, dan usaha pemasaran.
Selain itu dari total anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,082 triliun, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian mengalokasikan sebesar Rp60 miliar untuk pengembangan kawasan aneka cabai serta Rp165,4 miliar untuk kawasan bawang merah.
Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budi daya ramah lingkungan, dukungan pengairan, dan alat mesin pertanian, serta penyediaan informasi iklim dan penguatan SDM melalui Kostra Tani.
[Gambas:Video CNN] (age/sfr)