Perseroan juga memiliki tunggakan klaim jatuh tempo dalam jumlah fantastis, yaitu Rp16 triliun. Ekuitas minus tersebut salah satunya diduga karena salah menempatkan investasi pada aset berisiko di pasar modal.
Secara rinci, 22,4 persen dari total aset ditempatkan di saham bervaluasi rendah (undervalue) dan hanya 5 persen ada di saham LQ-45. Kemudian, sebanyak 59,1 persen diinvestasikan di reksa dana saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditetapkan oleh alat kelengkapan DPR yang membentuknya dengan sedapat mungkin didasarkan para perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi."
Artinya, panja merupakan satuan tugas yang dibentuk dengan anggota beragam fraksi yang berada dalam satu komisi.
Sementara, pansus dalam pasal 94 ayat 2, yang berbunyi:
"Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan oleh rapat paripurna DPR paling banyak 30 (tiga puluh) orang."
Artinya, pansus merupakan satuan tugas yang dibentuk dengan anggota beragam komisi dan fraksi. Baik pansus, maupun panja akan menghasilkan rekomendasi kepada pimpinan DPR. Namun, apakah pembentukan panja atau pansus dalam menghadapi masalah keuangan dinilai efektif?
Pengamat menilai baik panja ataupun pansus tidak memiliki kisah sukses yang bisa dijadikan contoh. Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai dari mulai Panja Bumi Putera, Pansus Pelindo hingga Pansus Century tidak ada ujungnya.
"Walaupun Pansus Century sampai ke meja hijau. Tapi tidak jelas ujungnya. Jadi bukan masalah panja atau pansus yang mendesak. Melainkan bagaimana ganti rugi nasabah," ujarnya kepada CNNIndonesia, Selasa (11/2).
Irvan menegaskan bagaimana nasib nasabah agar bisa terselesaikan dengan efektif. Dia menilai bailout dana talangan pemerintah bisa menjadi solusi. Menurut Irvan tidak perlu 100 persen, bisa didahului aksi korporasi yang menghasilkan dana segera seperti holding dan lainnya.
Sejalan dengan itu, pengamat asuransi Hotbonar Sinaga pun menilai bukan panja atau pansus yang paling penting. Hotbonar mengungkap Kementerian BUMN harus segera memberikan upaya kongkret untuk menyelesaikan Jiwasraya.
"Jadi jangan hanya wacana kementerian itu. Mereka harus punya pikiran out of the box," paparnya.
Hotbonar menilai Kementerian BUMN harus membuka langkah kongkret untuk menyelesaikan pembayaran kliam Jiwasraya. Langkah tersebut harus dipaparkan kepada masyarakat terutama pemegang polis agar mereka tenang.
"Kementerian BUMN juga mereka tidak boleh tertutup harus mau menerima masukan," tambah Hotbonar.
Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, Hotbonar menilai kasus Jiwasraya bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik.
[Gambas:Video CNN]
(sfr)