Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, baht Thailand menguat 0,15 persen, dolar Taiwan 0,11 persen, peso Filipina 0,10 persen, diikuti ringgit Malaysia serta rupee India yang menguat tipis 0,02 persen.
Sementara, pelemahan terjadi pada won Korea sebesar 0,11 persen, yen Jepang 0,07 persen, lira Turki 0,05 persen, serta dolar Singapura yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernyataan Jerome Powell semalam bisa memberikan sentimen positif ke aset berisiko termasuk rupiah," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).
Tapi di sisi lain, Powell juga menyatakan kekhawatirannya terhadap Virus Corona bagi pertumbuhan ekonomi global. Ariston mengatakan analisisnya menunjukkan Virus Corona bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi global sebanyak 0,3 persen dan China sebesar 0,5 persen hingga 1 persen.
[Gambas:Video CNN]
Penasihat keamanan Gedung Putih juga menekankan dampak negatif Virus Corona terhadap implementasi kesepakatan dagang AS China tahap satu. Ariston pun menyebut kejadian-kejadian tersebut sebetulnya bisa menekan rupiah sebagai aset berisiko.
"Rupiah masih diuntungkan karena negara kita masih belum ada orang yang dinyatakan terinfeksi Virus Corona," ucap Ariston.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.630 hingga Rp13.680 per dolar AS pada hari ini.
(ara/agt)