Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah menyiapkan belanja negara sebesar Rp2.500 triliun pada 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp856,94 triliun merupakan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
"Dengan ETP kami dapat menjamin dana anggaran pemda benar-benar tidak hanya send tapi juga delivered dan bermanfaat bagi ekonomi dan masyarakat, itu tujuan akhirnya," katanya, Kamis (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap dengan melakukan otomatisasi pembayaran, maka kami bisa melakukan otomatisasi pemotongan pajaknya. Selama ini teman-teman pajak sibuk mencari bendahara daerah, apakah setiap belanja sudah dipotong pajak," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan ETP mampu mencegah kebocoran aliran dana daerah. Ia mengatakan dana daerah harus diawasi dengan seksama agar tepat sasaran.
Dampak lanjutannya, kata dia, sistem ini dapat menjadi langkah pencegahan tindak korupsi. Pasalnya, dengan digitalisasi semua riwayat transaksi pemda dapat dilacak dengan sistem perbankan.
"Dampaknya kami sudah membentuk gerakan anti korupsi, karena penanganan korupsi dan penyalahgunaan keuangan negara dan lain-lain itu tidak hanya cukup dengan penindakan," ujarnya.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan bank sentral akan mendukung realisasi program tersebut. Selama ini, BI telah memberikan fasilitas transaksi elektronik untuk payroll (penggajian) bagi seluruh pemda baik provinsi maupun kota kabupaten.
"Berbagai provinsi menjadi target 2020 bagaimana kami melakukan elektronifikasi pajak kendaraan bermotor, retribusi, pajak hotel, dan restoran. Itu akan jadi sumber penerimaan daerah, termasuk juga penguatan database pemda," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)