Direktur Kepabeanan Internasional Dan Antar Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat memaparkan empat pelabuhan yang dimaksud, antara lain Pelabuhan Qingdao, Pelabuhan Xingang, Pelabuhan Dalian, dan Pelabihan Shanghai.
Ia merinci penurunan aktivitas impor paling besar terjadi di Pelabuhan Shanghai sebesar 72,37 persen. Diikuti Pelabuhan Dalian sebesar 67,77 persen, Pelabuhan Qingdao sebesar 61,83 persen, dan Pelabuhan Xingang sebesar 38,11 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula, aktivitas pengiriman barang ke Indonesia dari dua pelabuhan besar lainnya di China terlihat masih meningkat. Pelabuhan tersebut adalah Lianyungang dan Zhangjiagang yang masing-masing naik 60,54 persen dan 13,43 persen.
"Nah yang menarik pelabuhan yang dekat Wuhan justru naik. Artinya memang ada yang turun dan ada yang naik," jelas Syarif.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, pengiriman barang impor ke Indonesia dari China memang secara historis turun jelang Tahun Baru Imlek dan setelahnya atau Januari sampai Februari.
Oleh karena itu, Syarif mengaku masih belum bisa mendeteksi dengan pasti latar belakang penurunan pengiriman barang dari China ke Indonesia.
"Sebagian besar komoditas China mengalami penurunan sebelum dan sesudah Imlek dan itu berbarengan dengan informasi mengenai Virus Corona," kata Syarif.
Diketahui, Virus Corona sendiri diyakini mulai muncul Desember tahun lalu di pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Provinsi Hubei, Wuhan, sebelum kemudian menyebar hingga lintas negara.